ResearchBib Share Your Research, Maximize Your Social Impacts
Sign for Notice Everyday Sign up >> Login

INTEGRASI SPASIAL DAYA SERAP TANAH DAN LAHAN KRITIS UNTUK PENENTUAN LOKASI PRIORITAS PERBAIKAN DAS

Journal: LIMNOTEK : Perairan Darat Tropis di Indonesia (Vol.24, No. 1)

Publication Date:

Authors : ; ;

Page : 1-14

Keywords : Runoff Curve Number; Lahan Kritis; Prioritas Konservasi; PJ dan SIG;

Source : Downloadexternal Find it from : Google Scholarexternal

Abstract

Perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, dan peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan terganggunya lokasi-lokasi untuk menyimpan air. Daya serap tanah terhadap air dan tingkat kekritisan lahan dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan prioritas perbaikan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang nantinya dipakai dalam suatu rencana pengelolaan DAS. DAS Batanghari sebagai lokasi studi luasnya mencapai lebih dari empat juta hektar. Area lahan kritis yang terdapat di DAS Batanghari jumlahnya belum terlalu luas, namun lahan yang agak kritis hingga potensial kritis mencapai lebih dari 70%, maka diperlukan analisis spasial untuk mengetahui kawasan prioritas konservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantifikasi nilai runoff Curve Number (CN) untuk mengetahui daerah yang mempunyai serapan air rendah, sedang dan tinggi. Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis digunakan sebagai data dan alat utama yang digunakan dalam proses tersebut. Kemudian dilakukan tumpangsusun antara peta CN dan peta lahan kritis DAS Batanghari. Hasilnya adalah informasi spasial kawasan prioritas perbaikan fungsi DAS. Lokasi prioritas dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan informasi data lahan kritis, yaitu tipe 1, 2, dan 3. Kawasan prioritas konservasi secara umum paling luas berada di Kabupaten Merangin dan Dhamasraya.

Last modified: 2018-07-18 13:10:22